Sphinx, Makhluk Mitologi Yunani
Sphinx, salah satu makhluk mitologi yang pasti kalian semua ketahui. Makhluk mitologi ini juga banyak di adaptasi menjadi cerita dalam film. Buat kalian yang pernah menonton anime Zankyou no Terror (Terror in Resonance), pasti tidak asing dengan makhluk mitologi yang satu ini. Yup, Shinichiro Watanabe selaku direktor menyelipkan sisipan legenda Sphinx dalam alur cerita mereka. Dua tokoh protagonis dalam anime ini menyebut diri mereka "Sphinx" -- riddle yang disuguhkan dalam anime Zankyou no Terror juga terinspirasi dari kisah Oediphus dan Sphinx ini. Untuk itu, mari kita lebih mengenal legenda makhluk mitologi "Sphinx" ini.
Sphinx adalah salah satu makhluk mitos yang bercirikan berkepala manusia dan bertubuh singa. Dalam tradisi Yunani, Sphinx memiliki tubuh singa, sayap burung
yang sangat besar dan kepala seorang wanita. Makhluk mistis tersebut
konon buas dan berbahaya, dimana mereka yang tidak dapat menjawab
teka-teki yang diberikan akan dimangsanya. Makhluk mistis ini tercatat
dalam beberapa kultur negara kuno ,dan kepercayaan akan keberadaannya
masih bertahan sampai sekarang. Asal mulanya belum terlacak, tetapi
keberadaan Sphinx tertua diketahui ada sejak 9500 BC, ditemukan di
Gobekli Tepe, Turki.
Oedipus dan Sphinx
Dalam mitologi Yunani, Sphinx merupakan anak dari Echidna, yakni monster berkepala seorang nymph yang
bertubuh ular, dengan Typhon, sang monster yang bisa menghembuskan
banyak api dan memiliki banyak kepala. Sphinx memiliki kepala wanita,
bertubuh singa dan berekor ular. Dalam mitologi Yunani, ia menjadi
makhluk buas yang menjaga gerbang Thebes.
Menurut cerita, Laius, sang
raja Thebes, diperingatkan oleh seorang oracle bahwa ia akan
dibunuh oleh anaknya sendiri saat ia dewasa. Sang raja lalu menitipkan
putranya pada seorang gembala yang dititahkan untuk membunuh si bayi.
Namun, ia tidak tega membunuh bayi tersebut sehingga ia menggantungkan
kaki si bayi di pohon kemudian ditinggalkan. Tidak lama kemudian bayi
tersebut ditemukan anak buah raja Corinth yang bernama Polybus, yang dan
bersama istrinya Merope mengadopsi sang bayi la. Ketika
Oedipus beranjak dewasa di Delphi, seorang peramal membaca masa
depannya dan berkata bahwa Oedipus akan membunuh ayahnya sendiri dan
menikahi ibu kandungnya.Tidak menerima takdir itu, ia pun meninggalkan
Corinth dan kedua orang tua angkatnya, yang ia kira adalah orang tua
kandungnya, karena takut akan ramalan sang oracle.Di perjalanan,
Oedipus berpapasan dengan rombongan raja Laius dimana keduanya
bersikeras tidak mau mengalah sehingga akhirnya berseteru. Ia pun
membunuh Laius beserta anak buahnya sehingga ramalan bahwa Oedipus
membunuh ayah kandungnya menjadi kenyataan.
Oedipus pun sampai di kota
Thebes, yang saat itu tengah diserang oleh sesosok monster yang dijuluki
Sphinx. Monster tersebut berdiam diri di atas sebuah batu besar dan
menghentikan setiap pendatang yang hendak melewati jalan tersebut. Sang
Sphinx akan memberikan teka-teki, dimana jika orang yang lewat tidak
dapat menjawabnya, maka ia akan diterkam dan dimakan.
Ketika
Oedipus lewat, belum ada yang berhasil memecahkan teka-teki Sphinx,
yakni “Hewan apa yang di pagi hari berkaki empat, siang hari berkaki
dua, dan malam hari berkaki tiga?”. Oedipus pun menjawab, “Manusia, yang
di masa kecilnya merangkak dengan dua tangan dan dua kaki, ketika
dewasa berjalan tegak dengan dua kaki, dan ketika tua dibantu dengan
sebuah tongkat”. Sphinx yang marah kerana teka-tekinya terjawab lalu
menjatuhkan diri dari jurang dan tewas.
Masyarakat Thebes sangat bersyukur atas jasa Oedipus, lalu mengangkatnya menjadi raja dan menikahkan dirinya dengan ratu Jocasta, yang sebenarnya ibu kandung dari Oedipus. Kebenaran akhirnya terkuak ketika Thebes terkena wabah penyakit dan kelaparan. Seorang peramal dipanggil untuk memindai nasib Negara, tetapi ia justru menguak identitas Oedipus. Hal ini membuat Jocasta bunuh diri, sementara Oedipus diliputi depresi dan mencungkil matanya sendiri. Ia kemudian melarikan diri dari Thebes.
Dan begitulah legenda Sphinx terbentuk. Masih banyak makhluk mitologi yang kisah nya sangat menarik untuk di bahas (mungkin di lain waktu?). So, sampai jumpa--
Source : birgitastellamaris.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar